Minggu, 20 Mei 2012

Aku di Keheningan


Aku pernah mendengar kutipan kalimat dari salah satu film yang tak sengaja aku tonton malam itu.
Sendiri itu lebih baik, katanya.
Aku mengiyakan kata kata itu sambil tersenyum, emang sendiri itu lebih baik
Nggak ada waktu yang lebih menenangkan saat sendiri, dimana aku bisa merasakan kesunyian malam, hembusan angin yang begitu dingin menerpa kegelapan malam. Dan disinilah aku berdiri sekarang, hanya terlihat secercah cahaya dari kejauhan yang menggambarkan ada kehidupan dijauh sana.
Entah dari kapan aku mulai menyukai malam...
Tapi sudahlah, itu hanya sepotong dari masa lalu, dimana aku mulai terbiasa sendiri. Mungkin semuanya terdidik oleh alam, lingkungan, dan keluarga. Aku bukanlah orang yang punya kelebihan, tapi bisa di bilang paling berbeda dengan yang lainnya.
Mungkin karena aku terlahir dari keluarga yang semuanya cuek, maka kepribadianku lama lama terbentuk seperti ini. Tapi aku tetap bersyukur, aku bisa begitu tenang saat sendiri, bisa menumpahkan semua kesedihanku, bisa mengolok olok sesuka hatiku, dan bisa berdamai ke esokan harinya. Semua aku lalui seperti itu sejak aku kecil.
Mungkin banyak yang bertanya tanya, kenapa aku tidak dekat dengan orang tuaku, padahal aku anak terakhir. Aku hanya senyum dan membuat lelucon yang menurut orang lain, aku tidak akur dengan mereka. Tapi pada kenyataannya kita baik, hanya saja aku lebih senang berdialog dengan orang lain tentang masalahku dibandingkan dengan keluargaku. Aneh sich, hanya saja aku menemukan jawaban yang cukup memuaskan dari orang orang diluar sana, yang membuat aku berfikir dengan rasional.
Kehidupan seperti inilah yang aku jalani selama ini, aku lebih senang mendengarkan tentang banyak hal. Tentang masalah yang menerpa semua orang. Entah itu senang, sedih, gelisah, kecewa. Aku telah mendengar banyak hal. Lama lama aku terbiasa, aku senang bisa membantu mereka. Walaupun hanya mendengarkan. Betapa dunia ini indah, penuh dengan kejutan yang siapa saja pasti mendapatkannya.
Senyum menyeruak begitu saja terlintas di bayanganku. Dimana aku mendapati orang orang yang aku kenal begitu bahagia.di satu sisi aku miris melihat kehidupan yang menyedihkan. Semua seperti tersimpan di otakku, situasi yang begitu abstrak, yang becampur baur menjadi satu. Dimana tersimpan harapan yang begitu tinggi menggantung di atas sana. Senang rasanya saat melihat harapan harapan itu dapat terwujud. Seperti cerita cerita dongeng yang endingnya selalu berakhir bahagia.
Mungkin inilah yang telah dijanjikan tuhan, dengan setumpuk masalah yang telah dibuat sedemikian rupa, membuat orang jatuh bangun dengan susah payah membangun kehidupan mereka. Hanya dengan menggantungkan sedikit harapan yang secara logika hampir mustahil. Tapi dengan keteguhan hati dan kerja kerasnya,. Tuhan mengabulkan harapan harapan mereka. Memilukan dan begitu mengharukan bila melihatnya. Ternyata bermimpi itu baik, meskipun saat mewujudkanya membutuhkan pengorbanan yang besar.
Pernah aku mendapatkan salah satu temanku berkata, kita selalu berharap kepada tuhan untuk mendapatkan bunga yang cantik, wangi dan indah. Tapi tuhan memberikan kita kaktus yang penuh duri , tidak wangi, dan begitu menyeramkan. Banyak dari kita tidak mengerti tentang pemberian  itu, mengeluh, putus asa, kecewa, marah, itulah reaksi mereka. Tapi tuhan tersenyum dan memberi pengertian tentang hal itu. Ternyata dibalik semua masalah itu ada keindahan dan kebahagiaan yang begitu tak ternilai harganya. Kaktus itu pun lama kelamaan berbunga dengan indahnya, menyita perhatian orang yang melihatnya. Kebahagiaan juga terpancar olehnya, itulah yang telah di janjikan tuhan.
Tuhan menguji kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya, mungkin kita dipandang menyedihkan saat semua masalah masalah itu muncul, tapi dengan jerih payah dan keyakinan membuat kita lebih tegar dan mengerti rencanaNya...
Kisah seperti itu memang sering di jumpai di sekeliling kita, bahkan orang yang selalu bahagiapun pasti pernah merasakan hal itu. Suatu ketika seseorang pernah bercerita tentang jalan hidupnya. ntah dari kapan dia terjun kekehidupan malam yang membuat kebanyakan orang tidak tau tujuan hidup yang sebenarnya. Dia sering jatuh bangun dalam kehidupannya, kesedihan, masalah, kecewa, putus asa, selalu saja didapatkannya. Dia sempat menyesali apapun yang telah dia dapatkan, melihatnyapun mungkin akan iba. Akupun yang tidak mengalaminyapun merasakan betapa perihnya perasaan dan semua luka batinnya. Tapi sejak dia berada dipucuk masalah yang begitu rumit untuk dia hadapi, dia merasa bahwa tuhan telah menegurnya. Dan diapun mulai meninggalkannya satu persatu.
Sekarang dia jauh lebih baik dari sebelumnya, menyenangkan jika melihat orang di sekeliling kita mendapatkan kebahagiaan yang begitu indah. Bukan berarti kita harus melakukan kesalahan kesalahan besar, tapi dengan bersyukur sebesar apapun masalah yang kita hadapi. Kita harus yakin, malasah itu adalah teguran bagi kita. Agar kita bisa lebih menghargaai hidup kita dan selalu bersyukur apapun yang kita dapatkan

Tidak ada komentar: