Aku pernah mendengar kutipan
kalimat dari salah satu film yang tak sengaja aku tonton malam itu.
Sendiri itu lebih baik, katanya.
Aku mengiyakan kata kata itu
sambil tersenyum, emang sendiri itu lebih baik
Nggak ada waktu yang lebih
menenangkan saat sendiri, dimana aku bisa merasakan kesunyian malam, hembusan
angin yang begitu dingin menerpa kegelapan malam. Dan disinilah aku berdiri
sekarang, hanya terlihat secercah cahaya dari kejauhan yang menggambarkan ada
kehidupan dijauh sana.
Entah dari kapan aku mulai
menyukai malam...
Tapi sudahlah, itu hanya sepotong
dari masa lalu, dimana aku mulai terbiasa sendiri. Mungkin semuanya terdidik
oleh alam, lingkungan, dan keluarga. Aku bukanlah orang yang punya kelebihan,
tapi bisa di bilang paling berbeda dengan yang lainnya.
Mungkin karena aku terlahir dari
keluarga yang semuanya cuek, maka kepribadianku lama lama terbentuk seperti
ini. Tapi aku tetap bersyukur, aku bisa begitu tenang saat sendiri, bisa
menumpahkan semua kesedihanku, bisa mengolok olok sesuka hatiku, dan bisa
berdamai ke esokan harinya. Semua aku lalui seperti itu sejak aku kecil.
Mungkin banyak yang bertanya
tanya, kenapa aku tidak dekat dengan orang tuaku, padahal aku anak terakhir.
Aku hanya senyum dan membuat lelucon yang menurut orang lain, aku tidak akur
dengan mereka. Tapi pada kenyataannya kita baik, hanya saja aku lebih senang
berdialog dengan orang lain tentang masalahku dibandingkan dengan keluargaku.
Aneh sich, hanya saja aku menemukan jawaban yang cukup memuaskan dari orang
orang diluar sana, yang membuat aku berfikir dengan rasional.
Kehidupan seperti inilah yang aku
jalani selama ini, aku lebih senang mendengarkan tentang banyak hal. Tentang
masalah yang menerpa semua orang. Entah itu senang, sedih, gelisah, kecewa. Aku
telah mendengar banyak hal. Lama lama aku terbiasa, aku senang bisa membantu
mereka. Walaupun hanya mendengarkan. Betapa dunia ini indah, penuh dengan
kejutan yang siapa saja pasti mendapatkannya.
Senyum menyeruak begitu saja
terlintas di bayanganku. Dimana aku mendapati orang orang yang aku kenal begitu
bahagia.di satu sisi aku miris melihat kehidupan yang menyedihkan. Semua
seperti tersimpan di otakku, situasi yang begitu abstrak, yang becampur baur
menjadi satu. Dimana tersimpan harapan yang begitu tinggi menggantung di atas
sana. Senang rasanya saat melihat harapan harapan itu dapat terwujud. Seperti
cerita cerita dongeng yang endingnya selalu berakhir bahagia.
Mungkin inilah yang telah
dijanjikan tuhan, dengan setumpuk masalah yang telah dibuat sedemikian rupa,
membuat orang jatuh bangun dengan susah payah membangun kehidupan mereka. Hanya
dengan menggantungkan sedikit harapan yang secara logika hampir mustahil. Tapi
dengan keteguhan hati dan kerja kerasnya,. Tuhan mengabulkan harapan harapan mereka.
Memilukan dan begitu mengharukan bila melihatnya. Ternyata bermimpi itu baik,
meskipun saat mewujudkanya membutuhkan pengorbanan yang besar.
Pernah aku mendapatkan salah satu
temanku berkata, kita selalu berharap kepada tuhan untuk mendapatkan bunga yang
cantik, wangi dan indah. Tapi tuhan memberikan kita kaktus yang penuh duri ,
tidak wangi, dan begitu menyeramkan. Banyak dari kita tidak mengerti tentang
pemberian itu, mengeluh, putus asa,
kecewa, marah, itulah reaksi mereka. Tapi tuhan tersenyum dan memberi
pengertian tentang hal itu. Ternyata dibalik semua masalah itu ada keindahan
dan kebahagiaan yang begitu tak ternilai harganya. Kaktus itu pun lama kelamaan
berbunga dengan indahnya, menyita perhatian orang yang melihatnya. Kebahagiaan
juga terpancar olehnya, itulah yang telah di janjikan tuhan.
Tuhan menguji kita untuk
mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya, mungkin kita dipandang
menyedihkan saat semua masalah masalah itu muncul, tapi dengan jerih payah dan
keyakinan membuat kita lebih tegar dan mengerti rencanaNya...
Kisah seperti itu memang sering
di jumpai di sekeliling kita, bahkan orang yang selalu bahagiapun pasti pernah
merasakan hal itu. Suatu ketika seseorang pernah bercerita tentang jalan
hidupnya. ntah dari kapan dia terjun kekehidupan malam yang membuat kebanyakan
orang tidak tau tujuan hidup yang sebenarnya. Dia sering jatuh bangun dalam
kehidupannya, kesedihan, masalah, kecewa, putus asa, selalu saja didapatkannya.
Dia sempat menyesali apapun yang telah dia dapatkan, melihatnyapun mungkin akan
iba. Akupun yang tidak mengalaminyapun merasakan betapa perihnya perasaan dan
semua luka batinnya. Tapi sejak dia berada dipucuk masalah yang begitu rumit
untuk dia hadapi, dia merasa bahwa tuhan telah menegurnya. Dan diapun mulai meninggalkannya
satu persatu.
Sekarang dia jauh lebih baik dari
sebelumnya, menyenangkan jika melihat orang di sekeliling kita mendapatkan
kebahagiaan yang begitu indah. Bukan berarti kita harus melakukan kesalahan
kesalahan besar, tapi dengan bersyukur sebesar apapun masalah yang kita hadapi.
Kita harus yakin, malasah itu adalah teguran bagi kita. Agar kita bisa lebih
menghargaai hidup kita dan selalu bersyukur apapun yang kita dapatkan